5 Kondisi Olahraga Ortopedi Paling Lazim di Indonesia

Updated: Aug 15

Berikut merupakan kondisi olahlaga ortopedi yang paling lazim berlaku


1. Cedera ACL (Anterior Cruciate Ligament)



ACL ialah ligamen yang paling lazim tercedera dalam lutut, biasanya robekan atau keseleo ligamen ACL — salah satu jaringan kuat yang membantu menghubungkan tulang paha (femur) ke tulang kering (tibia). Cedera ACL paling sering terjadi dalam olahraga yang melibatkan penghentian mendadak atau perubahan arah, lompatan dan pendaratan. Banyak orang mendengar bunyi "pop" atau merasakan sensasi "letak" di lutut saat terjadi cedera. ACL penting untuk stabiliti lutut semasa berdiri, berjalan, berlari dan sebagainya. Akibat robek ACL, fungsi lutut pasien akan terjejas dan pasien tidak dapat melakukan aktivitas lasak seperti olahraga. Pasien yang cedera ACL akan rasa lututnya tidak stabil, mungkin membengkak dan rasa nyeri.


Rawatan: Tergantung pada tingkat keparahan cedera ACL anda, perawatan mungkin termasuk istirahat dan latihan rehabilitasi untuk membantu anda mendapatkan kembali kekuatan dan stabilitas, atau Operasi artroskopik rekonstruksi ACL anatomikal, diikuti dengan rehabilitasi untuk pemulihan fungsi lutut sepenuhnya dan kelestarian kesehatan lutut jangka panjang.



2. Cedera PCL & Multi-ligamen



PCL ialah ligamen kompleks yang paling lazim terobek akibat cedera lutut yang kuat. PCL seringkali cedera bersama ligamen PLC, LCL dan juga MCL. Cedera olahraga biasanya membawa kepada robek ACL, tetapi apabila kuasa atau daya kecederaan itu lebih kuat, seperti dalam ragbi, bola sepak, ligamen berikut juga boleh terobek:


PCL (posterior cruciate ligament)

LCL (lateral collateral ligament)

MCL (medial collateral ligament)

PLC (posterolateral complex)


Rawatan: Pasien yang cedera PCL dan multi-ligamen biasanya perlukan rawatan operasi untuk kembalikan kestabilan dan fungsi lutut. Operasi juga perlu untuk mencegah pengapuran lutut dalam jangka panjang. Cedera PCL / ligamen kompleks yang tidak dirawat dengan baik boleh membawa kepada keausan tulang rawan lutut atau perkapuran lutut dalam jangka panjang.

Operasi untuk cedera PCL ialah rekonstruksi melalui artroskopi. Ligamen lain yang terobek bersama dengan PCL juga direkonstruksi serentak.



3. Cedera Bahu


  • Keradangan/ Kerobekan Tendon Rotator Cuff Bahu

  • Pengapuran/ keradangan sendi acromioclavicular (ACJ) bahu (ACJ arthritis)

Kondisi-kondisi di atas berlaku dalam bahu, sama ada berasingan atau bersama. Aktivitas overhead berulangkali (overuse injury) atau serangan angkat berat yang berkepanjangan dapat mengiritasi atau merusak tendon/ sendi AC di bahu. Kondisi-kondisi ini juga dapat terluka dalam satu insiden jatuh atau kecelakaan.



Keradangan dan kerobekan orat tendon ini menimbulkan rasa nyeri bahu terutamanya apabila mengangkat tangan. Nyeri bahu ini kerap-kali menganggu anda daripada tidur lena.


Atlet yang mengambil bagian dalam kegiatan seperti angkat berat, tenis dan hoki memiliki risiko yang lebih tinggi untuk cedera ini.


Rawatan: Dalam kasus awal atau ringan, kondisi nyeri bahu ini boleh dirawat dengan obatan anti-nyeri. Rawatan fisioterapi bahu boleh dilakukan untuk memperkuatkan otot-otot di sekeliling bahu supaya dapat mengurangkan kenyerian dan melancarkan pergerakan sendi bahu. Jika semua ini gagal melegakan sakit bahu, suntikan obat steroid (anti-radang) ke dalam bahu boleh dilakukan. Suntikan anti-radang ini melegakan keradangan dan rasa nyeri dan ini membolehkan fisioterapi bahu dilakukan dengan lebih aktif. Akan tetapi, suntikan ini tidak boleh memulihkan kondisi dan kenyerian serta keradangan ini kerap kembali.

Perawatan yang paling berkesan untuk menangani kondisi-kondisi ini yang lebih serius ialah operasi. Teknik operasi kini sangat maju dan boleh dilakukan dengan luka bersaiz lubang kunci melalui artroskopi. Dengan artroskopi bahu, kerobekan dan keradangan tendon/ sendi dapat dirawat atau diperbaiki dengan jahitan dan sebagainya.



4. Dislokasi Bahu & Cedera SLAP



Sendi bahu juga kerap tercedera akibat olahraga atau kecelakaan. Impak kecederaan boleh mengakibatkan dislokasi (sendi terkeluar) dan pasien tidak dapat menggerakkan bahu seterusnya. Pasien juga akan menderita nyeri bahu. Dalam kasus seperti ini, pasien perlu bergegas ke rumah sakit untuk rawatan kecemasan di mana bahu yang terkeluar sendi dimasukkan kembali (reduction of dislocation). Dalam kebanyakan kasus, dislokasi bahu boleh merobekkan orat dalam kapsul bahu (Robekan SLAP) yang memelihara stabiliti bahu. Akibatnya, setelah dislokasi bahu dipulihkan, bahu masih akan mengalami instabiliti dalam banyak kasus.


Bahu yang pernah dislokasi lebih mudah dislokasi kali kedua dan selebihnya berikutan daya atau impak cedera yang ringan. Ujian MRI dapat konfirmasi kecederaan orat dalam instabiliti bahu.

Rawatan: Perawatan yang paling berkesan untuk instabiliti bahu ialah operasi melalui teknik artroskopi bahu yang membolehkan operasi dilakukan dengan luka bersaiz lubang kunci. Operasi ini dipanggil Operasi Penstabilan Bahu Artroskopi (Arthroscopic Shoulder Stabilisation).



5. Cedera Panggul


Seperti lutut, kedua-dua sendi panggul (Hip joint) kita menampung berat badan kita, semasa berjalan, berdiri serta membolehkan kita duduk atau berjongkok. Sendi panggul juga sering menderita rasa nyeri akibat cedera atau kondisi berikut:

  • Femoroacetabular impingement (FAI)

​FAI disebabkan cedera orat berulangkali dalam sendi panggul. Kondisi ini disebabkan oleh kombinasi faktor genetik dan lingkungan dan boleh diperoleh melalui aktivitas atletik kerana olahraga kontak dapat memperburuk pelampiasan pinggul.


Ini menyebabkan sendi panggul rasa nyeri dan mengalami rasa resistan semasa ingin melipat sendi panggul. FAI, kalau dibiarkan, dalam jangka panjang akan membawa kepada pengapuran sendi panggul.


Rawatan: Perawatan untuk FAI bervariasi sesuai dengan orang dan tingkat keparahan kerusakan. Obat anti inflamasi digunakan untuk mengurangi pembengkakan, Fisioterapi dapat membantu memperkuat sendi dan meningkatkan mobilitas. FAI boleh dirawat melalui operasi memperbaiki orat yang cedera.

  • Avaskular necrosis (AVN)

  • Pengapuran panggul (Hip Osteoarthritis)



Kedua - dua kondisi ini boleh menyebabkan kesakitan panggul dan juga kekakuan serta menjejaskan akitiviti berjalan pasien (contohnya pasien berjalan secara tempang atau limping).


Rawatan: Dalam kasus pengapuran yang awal dan ringan, pasien boleh dirawat dengan obat tahan sakit, anti-radang, fisioterapi serta pengubahsuaian aktiviti fizikal. Pasien boleh makan glucosamine dan chondroitin.


Cara perawatan yang paling berkesan jika sendi panggul sudah rosak atau aus ialah operasi penggantian sendi panggul (total hip replacement).

6 views0 comments

Recent Posts

See All